Topologi Bus
Topologi Bus adalah salah satu topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxial dengan menggunakan T-Connector yang dilengkapi dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Pada topologi bus, terdapat satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dan sepanjang kabel tersebut terdapat node-node.
Karakteristik Topologi Bus
1. Menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup, dengan adanya node-node sepanjang kabel.
2. Topologi ini paling umum digunakan karena sederhana dalam instalasinya.
3. Sinyal dapat bergerak ke arah dua arah melalui satu kabel, sehingga terjadi kemungkinan collision (tabrakan data atau tercampurnya data).
4. Jika terjadi putus atau longgar pada salah satu konektor, maka seluruh jaringan akan berhenti.
Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana sinyal dikirim dan diterima pada setiap perangkat yang terhubung dalam satu garis lurus (kabel). Sinyal hanya akan ditangkap oleh perangkat yang dituju, sedangkan perangkat lain yang bukan tujuan akan mengabaikan sinyal tersebut atau hanya akan melewatkan sinyal tersebut.
Langkah Pengaturan
Untuk melakukan pengaturan jaringan pada topologi bus, dibutuhkan persiapan yang dilakukan dengan mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan. Berikut adalah peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus:
1. Kartu Jaringan (Network Interface Card/LAN Card)
- Kartu jaringan (LAN Card) dipasang pada slot ekspansi pada motherboard komputer server maupun workstation (client) untuk menghubungkan komputer ke dalam sistem jaringan. Terdapat dua jenis kartu jaringan yang umum digunakan, yaitu PCI dan ISA.
2. Kabel dan Konektor
- Kabel yang digunakan untuk jaringan dengan topologi Bus adalah kabel koaksial. Kabel koaksial menyediakan perlindungan yang baik dari cross talk (disebabkan medan listrik dan fase sinyal) dan interferensi listrik (berasal dari petir, motor, dan sistem radio) karena terdapat pelindung logam dalam kabel tersebut.
- Terdapat beberapa jenis kabel koaksial, seperti kabel TV (kabel antena), thick coaxial, dan thin coaxial dengan kecepatan transfer data maksimum 10 Mbps. Kabel koaksial atau kabel RG-58 atau kabel 10base2 memiliki jangkauan antara 300 m dan dapat mencapai di atas 300m dengan menggunakan repeater. Untuk digunakan sebagai kabel jaringan, kabel tersebut harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dengan diameter rata-rata sekitar 5 mm dan biasanya berwarna gelap.
- Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi Bus adalah konektor BNC. Terdapat tiga jenis konektor BNC yang umum digunakan, yaitu:
- Konektor BNC: Konektor BNC yang dipasangkan pada ujung-ujung kabel koaksial.
- Terminator BNC: Konektor BNC dipasangkan pada ujung-ujung jaringan dengan Topologi Bus yang memiliki nilai hambatan 50 ohm.
- TBNC: Konektor yang dihubungkan ke kartu jaringan (LAN Card) dan ke konektor BNC atau terminator untuk ujung jaringan.
Langkah Perbaikan Konektivitas
Selain itu, untuk memperbaiki konektivitas jaringan pada komputer, diperlukan beberapa langkah sebagai berikut:
1. Pemasangan Kartu Jaringan (LAN Card) pada Motherboard
- Pemasangan kartu jaringan pada motherboard harus disesuaikan dengan jenis kartu jaringan yang digunakan, apakah menggunakan model ISA atau PCI. Kartu jaringan model ISA tidak dapat dipasangkan pada slot PCI dan sebaliknya. Pemasangan kartu jaringan harus sesuai dengan slot ekspansi yang tersedia pada motherboard. Pemasangan dapat dilakukan pada slot manapun selama slot tersebut tidak digunakan oleh komponen lain atau masih kosong. Setelah pemasangan, komputer perlu dihidupkan kembali untuk melakukan inisialisasi ulang pada semua komponen.
2. Pemasangan Kabel pada Konektor
- Pemasangan kabel koaksial dan konektor BNC harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari terjadinya hubung singkat atau putus. Periksa juga apakah kabel tersebut dalam kondisi baik atau tidak ada putus di tengahnya. Setelah memastikan kabel dalam kondisi baik, sambungkan kabel koaksial dengan konektor BNC. Setelah selesai penyambungan, periksa kembali apakah ada hubung singkat atau putus dalam kabel tersebut dengan menggunakan multimeter.
3. Pemasangan Konektor pada Sistem Jaringan
- Pasang kabel koaksial dengan konektor BNC pada jaringan dengan topologi Bus yang menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Pastikan kedua ujung kabel ditutup dan sepanjang kabel terdapat node-node.
4. Pengaturan Konfigurasi (Penginstalan Driver Kartu Jaringan, Pemilihan Protocol, Pengisian IP Address, Subnet Mask, dan Workgroup)
- Setelah semua perangkat keras terpasang dengan baik, langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi perangkat lunak. Konfigurasi ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
- Penginstalan Driver Kartu Jaringan (LAN Card): Jika kartu jaringan tidak terdeteksi secara otomatis, lakukan penginstalan driver yang sesuai dengan kartu jaringan yang digunakan.
- Pemilihan Protocol: Setelah menginstal kartu jaringan dengan benar, biasanya protocol TCP/IP akan ditambahkan secara otomatis. Jika belum, Anda dapat menambahkannya secara manual.
- Pengisian IP Address dan Subnet Mask: IP Address digunakan sebagai alamat unik komputer dalam jaringan. Pastikan setiap komputer memiliki alamat IP yang berbeda untuk menghindari konflik alamat.
Atur Subnet mask
Selain itu, perlu juga mengatur subnet mask yang sesuai dengan jaringan yang digunakan.
- Pemilihan Workgroup: Pilih workgroup yang akan digunakan untuk menghubungkan komputer dalam jaringan. Pastikan semua komputer terhubung ke workgroup yang sama agar dapat saling berkomunikasi dalam jaringan.
Pengujian Jaringan
Setelah semua konfigurasi selesai, langkah terakhir adalah melakukan pemeriksaan, pengujian, dan pembuatan laporan hasil perbaikan konektivitas jaringan pada komputer. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan:
1. Pemeriksaan Ulang Konfigurasi Jaringan
- Periksa kembali pemasangan kartu jaringan apakah telah terpasang dengan baik.
- Pastikan pemasangan konektor kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami hubung singkat atau terputus.
- Periksa juga apakah konektor terpasang dengan baik dan tidak longgar.
- Verifikasi pengaturan dan konfigurasi kartu jaringan secara perangkat lunak, termasuk instalasi driver kartu jaringan, konfigurasi IP Address, Subnet Mask, dan Workgroup yang digunakan.
2. Pengujian Konektivitas Jaringan
- Lakukan pengujian atau pengetesan jaringan untuk memastikan bahwa komputer telah berhasil terhubung ke jaringan yang dituju. Pengujian dapat dilakukan dengan menggunakan fitur "Find Computer" atau "Network Neighborhood" dalam sistem operasi Windows. Jika komputer berhasil terhubung, akan ditampilkan daftar komputer yang terhubung dalam jaringan.
- Pengujian juga dapat dilakukan dengan menggunakan perintah "Ping" melalui Command Prompt untuk menguji konektivitas dengan alamat IP yang dituju.
3. Pembuatan Laporan Hasil Pemeriksaan dan Perbaikan
- Setelah melakukan pemeriksaan dan pengujian, buatlah laporan yang berisi hasil dari pekerjaan yang telah dilakukan. Laporan ini dapat mencakup informasi tentang konfigurasi jaringan, hasil pengujian konektivitas, serta tindakan perbaikan yang telah dilakukan.
Penutup
Dengan melakukan langkah-langkah di atas, diharapkan konektivitas jaringan dapat diperbaiki dan berjalan dengan baik, sehingga tidak mengganggu kinerja jaringan yang sudah ada. Penting untuk
melakukan pemeriksaan dan pengujian secara berkala guna memastikan jaringan tetap handal dan terhubung dengan baik.
Baca juga:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar